Mengenal Kearifan Lokal Tradisi Taber Laut Desa Beriga, Pelestarian Tradisi Adat Luhur Zaman Ke Zaman

BANGKA TENGAH, UNGGAHAN.ID – Masyarakat Indonesia khususnya Desa Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Memiliki sejumlah tradisi turun temurun dari generasi ke generasi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Salah satunya adalah sedekah laut atau biasa disebut dalam dialeg lokal masyarakat Desa Beriga Taber Laut. Kegiatan rutin tahunan ini akan diselenggarakan pada Minggu 12 Mei 2024. Sabtu (11/5/2024).

Desa Beriga yang berada di ujung timur Pulau Bangka Tengah memiliki kearifan lokal yang sarat akan nilai sejarah dan budaya.

Bacaan Lainnya

Selain taber laut yang bisa wisatawan temukan pada masyarakat Desa Beriga pesisir pantai, juga di sajikan panorama keindahan alam pantai yang berpasir putih dikelilingi batu alam, serta peninggalan tugu sejarah masuknya Belanda ke Bangka Tengah juga mercusuar Belanda.

Kepala Desa Beriga, Gani mengatakan sejak berdirinya Desa Beriga tahun 1930 kegiatan taber laut merupakan tradisi tahunan rutin yang digelar masyarakat sejak dahulu hingga sampai saat ini. Sehingga dalam prosesi ritualnya memerlukan panduan dari tokoh dan ketua adat desa.

“Kegiatan taber laut sudah ada sejak Desa Beriga berdiri, tujuan taber laut merupakan bentuk rasa syukur kita kepada tuhan yang maha kuasa atas limpahan rezeki laut, kepada nelayan dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Gani mengungkapkan, dalam ritual taber laut, masyarakat pesisir juga memohon doa keselamatan dan tolak bala, agar dalam mencari nafkah sehari-hari dihindarkan dari mara bahaya di lautan. Melalui upacara taber laut, nelayan juga berharap mendapatkan tangkapan ikan lebih banyak pada tahun mendatang.

“Alhamdulillah tahun ini kami bersama masyarakat masih diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan ritual taber laut yang sudah dilestarikan sejak dahulu. Kegiatan ini juga sebagai ajang silahturahmi, hiburan, promosi pariwisata dan kearifan lokal,” ungkapnya.

Sementara Tokoh Masyarakat Desa Beriga, Azenan menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi pemerintah Desa Beriga, masyarakat dan tokoh agama maupun adat yang hingga hari konsisten melestarikan tradisi taber laut.

“Sebagai tokoh masyarakat saya mengapresiasi kegiatan taber laut yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda pariwisata nasional, sehingga wisatawan luar tertarik untuk datang berkunjung ke Desa kami,” terangnya.

Lebih lanjut, Azenan menjelaskan selain ritual taber laut, pengunjung yang datang nantinya akan disuguhkan tradisi nganggung bersama, tarian adat, pertunjukan seni dan hiburan lainnya.

“Pengunjung nanti akan kita ajak untuk melihat ritual, tradisi nganggung bersama, . Semoga kedepan acara ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan sosial dan solidaritas antar nelayan, serta komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan laut,” pungkasnya.

Tokoh Masyarakat Desa Beriga itu menuturkam, selama beberapa tahun terakhir, acara taber laut juga telah menjadi daya tarik wisata budaya yang populer di beberapa daerah pesisir Indonesia. Wisatawan lokal maupun mancanegara dapat menyaksikan dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Taber laut merupakan bagian dari warisan budaya maritim Desa Beriga yang kaya. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal, tetapi juga menggambarkan hubungan yang erat antara masyarakat pesisir dengan laut sebagai sumber kehidupan mereka,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *