BANGKA TENGAH, UNGGAHAN.ID– Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bangka Tengah menggelar kegiatan pembekalan bagi para mualaf yang tersebar di seluruh kecamatan. Sebanyak 120 peserta hadir mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (1/12/2025).
Acara dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bateng, Wahyu Nurrakhman, yang hadir mewakili Bupati Bangka Tengah. Turut mendampingi Kepala Dinsos-PMD Bateng, Kabag Kesra, serta pimpinan lembaga keagamaan seperti Baznas Bateng, Penghulu Bateng, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bateng.
Wahyu menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan langkah pemerintah untuk memastikan para mualaf mendapatkan bimbingan yang berkelanjutan, baik dalam pemahaman agama maupun dalam kehidupan sosialnya.
“Pemkab Bateng ingin memastikan para mualaf memperoleh pendampingan yang memadai sejak awal. Kegiatan ini tidak hanya menyentuh aspek akidah dan syariat, tetapi juga penguatan mental, akhlak, serta kemampuan praktis dalam menjalani kehidupan sebagai muslim,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa proses menjadi seorang muslim tidak berhenti pada ikrar syahadat, namun membutuhkan perjalanan panjang yang harus ditemani dengan pengetahuan dan lingkungan yang mendukung.
“Kami berharap ilmu yang diberikan hari ini dapat menjadi pegangan agar para mualaf mampu berdiri mandiri, memahami ajaran Islam secara benar, dan tetap istiqamah menghadapi berbagai tantangan,” ujar Wahyu.
Materi pembekalan diisi oleh narasumber dari Baznas Bangka Tengah dan Bagian Kesra Setdakab Bateng, mencakup ajaran dasar Islam, tata ibadah, pembinaan akhlak, hingga penguatan mental dan sosial.
Selain pembekalan, Baznas Bangka Tengah juga menyalurkan insentif kepada 72 relawan Baznas. Masing-masing menerima Rp600.000 untuk periode Juli hingga Desember, dengan total penyaluran mencapai Rp43.200.000.
Kegiatan berlangsung kondusif dan diharapkan bisa menjadi agenda rutin pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan mualaf di Bangka Tengah.








