Perkuat Demokrasi Substantif, Bawaslu dan KPU Bangka Tengah Dorong Edukasi Politik Berkelanjutan

BANGKA TENGAH, UNGGAHAN.ID — Penyelenggara pemilu di Kabupaten Bangka Tengah menegaskan pentingnya membangun budaya demokrasi yang berkelanjutan dan tidak terbatas pada tahapan pemilu. Jumat (9/1/2026).

Komitmen tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Bangka Tengah, Muhammad Tamimi, dalam podcast KPU Bangka Tengah Ruang Bekisah: Cerita Edukasi Demokrasi dan Politik (CERUDIK), Kamis (8/1/2026).

Tamimi menyatakan bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan warga secara aktif dalam kehidupan sosial dan politik sehari-hari.

“Demokrasi adalah proses berkelanjutan. Masyarakat perlu diedukasi agar memahami hak dan kewajiban, sekaligus mampu berpartisipasi dalam pengawasan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan temuan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa kualitas demokrasi daerah sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi politik dan partisipasi masyarakat di luar pemilu.

Dimensi budaya demokrasi dan partisipasi publik dinilai menjadi pekerjaan rumah utama di banyak wilayah.

Selain itu, laporan Democracy Index dari Economist Intelligence Unit menekankan bahwa konsolidasi demokrasi di Indonesia masih menghadapi tantangan pada aspek partisipasi politik dan kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi.

Edukasi politik berkelanjutan dinilai sebagai salah satu kunci penguatan demokrasi substantif.

Menurut Tamimi, sinergi antara Bawaslu dan KPU memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik tersebut, terutama melalui pengawasan partisipatif dan pendidikan politik bagi generasi muda.

“Edukasi yang konsisten akan melahirkan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Anggota KPU Bangka Tengah Sabri Ariyanto menjelaskan bahwa podcast CERUDIK merupakan inovasi komunikasi publik untuk menyampaikan nilai-nilai demokrasi secara lebih inklusif.

“Kami ingin membuka ruang diskusi yang ringan namun substansial, agar demokrasi terasa dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi KPU dan Bawaslu melalui program ini diharapkan mampu memperkuat fondasi demokrasi lokal yang partisipatif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong masyarakat Bangka Tengah menjadi subjek aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *